TATA CARA UMROH DAN BACAANNYA

Raphita Wisata Bali

Jamaah yang dirahmati Allah, berikut adalah tata cara ibadah umroh dengan start dari madinah / miqot di bir ali

  1. Dari Hotel menuju masjid miqat Dzulhulaifah / Abyar ‘Ali. Sebelum berangkat kita melakukan persiapan seperti mandi, mengenakan pakaian ihram, berwudlu. Tiba di masjid Bir Ali shalat sunnah ihram 2 raka’at. setelah itu membaca niat umroh :

Labbaikallaahumma ‘umratan

  1. Setelah mengenakan pakaian ihram dan berniat melaksanakan umroh, maka saat itu juga berlaku larangan ihram yaitu dilarang untuk :

    Untuk Laki Laki:

    Larangan ihram bagi laki-laki meliputi larangan mengenakan pakaian berjahit, menutup kepala, mengenakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit, serta menggunakan wewangianSelain itu, laki-laki juga dilarang mencukur atau mencabut rambut, memotong kuku, dan melakukan hubungan suami istri atau hal-hal yang mengarah ke sana. 

    Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai larangan ihram bagi laki-laki:
      • Pakaian Berjahit:
        Laki-laki dilarang mengenakan pakaian yang dijahit, seperti celana, baju, atau pakaian dalam yang terbuat dari kain yang dijahit. Pakaian ihram yang diperbolehkan adalah dua lembar kain yang tidak dijahit, satu untuk menutupi bagian bawah tubuh dan satu lagi untuk menutupi bagian atas. 

    • Menutup Kepala:
      Laki-laki dilarang menutup kepala dengan segala bentuk penutup kepala, seperti topi, peci, atau sorban. 

    • Alas Kaki:
      Laki-laki dilarang mengenakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit, seperti sepatu atau kaos kaki. 

    • Wewangian:
      Laki-laki dilarang menggunakan wewangian pada badan atau pakaian, termasuk minyak wangi, minyak rambut, dan segala jenis parfum. 

    • Mencukur atau Mencabut Rambut:
      Laki-laki dilarang mencukur atau mencabut rambut, baik rambut kepala maupun rambut lainnya, seperti rambut jenggot atau bulu ketiak. 

    • Memotong Kuku:
      Laki-laki dilarang memotong kuku, baik kuku tangan maupun kuku kaki. 

    • Berburu:
      Laki-laki dilarang berburu binatang darat yang halal dimakan, seperti kijang, rusa, atau burung. 

    • Bersetubuh atau Berhubungan Badan:
      Laki-laki dilarang melakukan hubungan suami istri, mencium, atau melakukan tindakan lain yang mengarah pada hubungan badan. 

    • Melakukan Akad Nikah:
      Laki-laki dilarang melakukan akad nikah, baik sebagai mempelai laki-laki maupun sebagai wali. 

    • Merusak Tanaman:
      Laki-laki dilarang merusak tanaman, seperti memotong pohon atau mencabut rumput hijau

      Untuk Perempuan:

      Larangan ihram bagi perempuan mencakup larangan mengenakan cadar (penutup wajah) dan sarung tangan, serta larangan berburu binatang daratSelain itu, perempuan juga dilarang memakai wewangian, memotong kuku, mencukur rambut atau bulu badan, melakukan hubungan suami-istri, dan mengucapkan kata-kata kotor atau bertengkar selama ihram. 

      Berikut adalah rincian larangan ihram bagi perempuan:
        • Menutup wajah dengan cadar atau masker:
          Perempuan tidak boleh menutup wajahnya dengan cadar atau masker saat ihram. Namun, diperbolehkan menutup wajah dengan kain biasa saat berpapasan dengan laki-laki yang bukan mahram, menurut beberapa sumber. 

        • Menutup telapak tangan dengan sarung tangan:
          Perempuan tidak boleh memakai sarung tangan saat ihram. 

      • Memakai wewangian:
        Perempuan dilarang menggunakan wewangian, seperti parfum, sabun wangi, atau kosmetik beraroma selama ihram. 

      • Memotong kuku:
        Memotong kuku, baik kuku tangan maupun kuku kaki, juga termasuk dalam larangan ihram bagi perempuan, menurut beberapa sumber. 

      • Mencukur rambut atau bulu badan:
        Mencukur rambut kepala, bulu ketiak, bulu kemaluan, kumis, atau jenggot juga tidak diperbolehkan. 

      • Berburu:
        Perempuan dilarang berburu binatang darat yang halal dimakan, seperti yang disebutkan dalam Al-Quran. 

      • Berhubungan suami-istri:
        Hubungan intim juga dilarang selama ihram, menurut berbagai sumber. 

      • Mengucapkan kata-kata kotor dan bertengkar:
        Menjaga lisan dan menghindari pertengkaran juga termasuk dalam larangan ihram. 

      • Memakai pakaian berjahit yang menampakkan lekuk tubuh (bagi laki-laki):
        Meskipun tidak secara langsung berlaku untuk perempuan, aturan ini penting untuk diketahui karena berkaitan dengan kesucian ihram.

        1. Dalam perjalanan menuju Makkah, perbanyaklah berdzikir dengan membaca talbiyah :

        لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

        Labbaikallaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, innal hamda wanni’mata laka wal mulka laa syariika laka.

        Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat hanyalah milik-Mu, juga semua kerajaan, tidak ada sekutu bagi-Mu.

        1. Setibanya di Masjid Al-Haram, dahulukanlah kaki kanan ketika memasukinya dengan membaca :

         

        Allahumma antassalaam, waminkassalaam fahayyinaa rabbanaa bissalaam wa adkhilnal jannata daarassalaam tabaarakta wata’aalaita yaa dzaljalaali wal ikraam. Allahummaftah lii abwaaba rahmatika wamaghfiratika wa adkhilnii fiihaa. Bismillahi walhamdulillahi wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillaah

        5. DOA MELIHAT KA’BAH

        Begitu melihat kabah, kita hentikan bertalbiah untuk kemudian berdoa:

        Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wata’dziiman watakriiman wamahaabatan wazid man syarroffahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wata’dzhiiman watakriiman wabirran.

        Kemudian kita menuju kearah mataf (tempat tawaf, cari sudut yang lurus dengan hajar aswad dengan panduan lampu hijau yang terpasang didinding masjid)

        6. Melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, posisi Ka’bah berada disebelah kiri.

        Pelaksanaan:
        • Mengelilingi Ka’bah:Mulai berjalan dari Hajar Aswad, dengan Ka’bah berada di sebelah kiri, dan mengelilinginya sebanyak tujuh kali putaran.
        • Rukun Yamani:Mengusap atau menyentuh Rukun Yamani jika memungkinkan.
        • Hajar Aswad:Pada setiap putaran, disunnahkan untuk mengusap atau mencium Hajar Aswad jika memungkinkan.
        • Doa:Dianjurkan membaca doa-doa tertentu pada setiap putaran, atau berdoa sesuai dengan keinginan.
        • Berjalan Cepat (Ramal) bagi Laki-laki:Pada tiga putaran pertama, disunnahkan bagi laki-laki untuk berjalan cepat (ramal), bukan berlari.
        • Berjalan Biasa:Pada empat putaran terakhir, jemaah berjalan biasa.
        • Tidak Melewati Hijr Ismail:Jangan melewati Hijr Ismail saat tawaf karena termasuk bagian dari Ka’bah.
        • Tidak Keluar dari Masjidil Haram:Tawaf harus dilakukan di dalam Masjidil Haram, termasuk area perluasannya.
        • Tidak Ada Tujuan Lain:Pastikan tidak ada tujuan lain selain tawaf selama mengelilingi Ka’bah

          7. Sholat 2 rakaat dibelakang maqam Ibrahim.

          Setelah selesai thawaf 7 putaran, kita mencari posisi yang nyaman dibelakang Maqom Ibrahim untuk sholat sunah 2 rakaat. Rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kaafiruun. Rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas.

          8. Beristirahat sejenak dan minum air zam-zam sambil berdo’a

          “Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wasyifaa-an min kulli daa-in, wa saqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin.”

          Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit dengan rahmatMu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

          9. Melakukan sa’i antara bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali

          Setelah minum air zam zam kita kemudian menuju ke bukit safa untuk mulai melaksanakan Sa’i.

          1. Disunnahkan berjalan biasa diantara shafa dan Marwa, kecuali diantara dua tiang, maka disunatkan berjalan cepat – berlari-lari kecil
          2. Disunahkan naik Shafa dan Marwa dan berdoa di sana memohon apa juga yang dikehendaki mengenai kepentingan agama maupun dunia dengan menghadap ke Baitullah. Ketika dijalan mendaki melafazkan Innash shafaa wal marwata min sya’aairillaah Kemudian ucapkanlah abdau bimaa badaallaahu bih
          3
          . Maka dimulainya dengan Shafa, lalu naik ke atasnya hingga tampak Baitullah, lalu menghadap kiblat, membaca kalimat tauhid dan takbir tiga kali serta memujinya, lalu membaca:


        • (Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyiii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dahu manashara ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah.) 3 x

          dan berdo’alah pada tiap-tiap selesai membacanya dengan do’a-do’a yang Anda kehendaki.

          4. Kemudian turunlah untuk melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah. Bila Anda berada di antara dua tanda hijau, lakukanlah sa’i dengan berlari kecil (khusus untuk laki-laki dan tidak bagi wanita). Jika Anda telah sampai di Marwah, naiklah ke atasnya dan menghadaplah ke Ka’bah, kemudian ucapkan sebagaimana yang Anda ucapkan di Shafa (do’a point 3).

          Demikian hendaknya yang Anda lakukan pada putaran berikut-nya. Pergi (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu kali putaran dan kembali (dari Marwah ke Shafa) juga dihitung satu kali putaran hingga sempurna menjadi tujuh kali putaran. Karena itu, putaran sa’i yang ke tujuh berakhir di Marwah.

          5. Disunnahkan pula berdo’a diantara Shafa dan marwa, berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an.

        10. Tahalul
        Tahallul adalah akhir dari pelaksanaan ibadah umroh, ditandai dengan bercukur. Untuk laki-laki lebih baik dicukur sampai gundul, tapi kalaupun tidak sampai gundul tak mengapa. Dan untuk perempuan dicukur alakadarnya dengan membaca doa :

        “Allaahumma tsabbit lii bikulli sya’rotin hasanatan wamhu ‘annii bihaa sayyi’atan warfa’ lii bihaa ‘indaka darajah.” 

        Terjemahan:
        “Ya Allah, tetapkanlah untukku dengan setiap helai rambut satu kebaikan, hapuskanlah dariku dengannya satu keburukan, dan angkatlah derajatku di sisi-Mu

        Dengan selesainya tahalul berarti berakhir pula rangkaian ibadah umroh kita sekaligus berakhir pula larangan ihram nya.

         

         

         


Bagikan:

Artikel Terkait

Tags

Tinggalkan komentar