Bagian 2: Keberangkatan – 10 September 2025
Hari keberangkatan jamaah bertepatan dengan ujian berat bagi warga Kota Denpasar. Sejak malam sebelumnya, hujan deras mengguyur tanpa henti hingga menyebabkan banjir besar di berbagai wilayah pada Rabu pagi, 10 September 2025. Banjir yang menjadi banjir terburuk yang pernah dialami khususnya kota denpasar
Dua orang jamaah Raphita Wisata turut menjadi korban banjir, di mana rumah mereka terendam dan sebagian barang hanyut terbawa arus. ini membuat beberapa pengurus yang daerahnya tidak terkena banjir harus segera mencari solusi antara memikirkan keadaan jamaah yang terkena banjir dan juga rencana keberangkatan siang harinya. Pada pukul 10.30 pagi atas arahan team Raphita Pusat (Pak H Wisnu dan Pak Yusuf Azrin Rizal) akhirnya diputuskan untuk jamaah langsung menuju bandara dan mengcancel acara pelepasan di embarkasi. Hal ini juga disebabkan karena akses menuju jalan mahendradatta tempat rencananya pelepasan ditutup karena masih tergenang banjir tinggi.
Bahkan Bapak Dirut dan team Raphita Pusat yang dijadwalkan untuk melepas jamaah pun qadarullah tidak bisa keluar hotel karena area hotel di daerah pura demak termasuk menjadi daerah terdampak banjir yang paling parah. termasuk Bapak Kasi PHU Kemenag Tabanan yang direncanakan akan menghadiri acara tidak bisa menjangkau lokasi.
Alhamdulillah, meski penuh tantangan dan menghindari kemacetan yang cukup parah di jalan yang menuju bandara, seluruh jamaah akhirnya dapat berkumpul tepat waktu di bandara. Proses check-in, boarding, hingga keberangkatan dengan pesawat jumbo Emirates A380 berjalan lancar. Jamaah sempat transit di Dubai selama 4 jam, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Jeddah.
Setibanya di Bandara Jeddah, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju Madinah selama kurang lebih 4 jam. Rombongan tiba di Madinah sekitar pukul 17.00 waktu setempat, dalam keadaan sehat dan penuh rasa syukur.
























